<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6801889391275099728</id><updated>2012-01-23T14:39:02.717+07:00</updated><title type='text'>ITIK PETELUR</title><subtitle type='html'>BISNIS YANG MENGGIURKAN</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://itikpetelur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6801889391275099728/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://itikpetelur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jana Khan</name><uri>https://profiles.google.com/101335180187924322187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-SayASqrFyGE/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAC0/LALsNmVCpzg/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6801889391275099728.post-4991590983303882552</id><published>2012-01-23T14:39:00.000+07:00</published><updated>2012-01-23T14:39:02.736+07:00</updated><title type='text'>Peternak Sukses</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://rumahtelurbebek.blogspot.com/2012/01/peternak-sukses.html"&gt;Peternak Sukses&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;/div&gt;KOMPAS - Krisis moneter tahun 1998 ternyata menjadi tonggak baru dalam sejarah kehidupan Nasib Budiono, peternak itik/bebek asal Dusun Gedang, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.”Sebelum membuka usaha ternak sendiri, saya ikut Pak Suwardi. Selama 12 tahun saya bekerja di peternakan milik beliau dan banyak belajar tentang bagaimana beternak bebek secara baik dan benar,” kata Nasib Budiono.Selama bekerja di peternakan milik tetangganya itu, Nasib tidak semata-mata mengharapkan imbalan uang alias gaji. Dia rupanya menimba ilmu beternak itik/bebek. ”Yang penting ilmunya, bukan berapa saya dibayar,” katanya.Gonjang-ganjing krisis moneter tahun 1998 berdampak pada kehancuran ekonomi, termasuk gulung tikarnya sejumlah usaha kecil peternakan bebek. ”Setelah tidak bekerja di peternakan Pak Suwardi, saya mencoba usaha sendiri,” katanya.Bermodalkan Rp 5 juta, Nasib membeli 3.000 itik. Saat memulai usaha peternakan itik/bebek, Nasib memeliharanya dengan cara tradisional. Bebek-bebeknya dibiarkan mencari makan di sungai kecil dan sawah. Alasannya, tidak cukup modal untuk membeli pakan ternak yang kala itu sangat mahal. ”Saya angon sendiri ke sungai dan sawah,” katanya.Seiring dengan berputarnya waktu, hasil usahanya berkembang pesat. Saat ini setidaknya ada 9.000 bebek di kandang miliknya dan 25.000-30.000 bebek di kandang milik mitra kerjanya, yang tersebar di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.Ketekunan, keuletan, dan kehati-hatian dalam menjalankan usaha ternaknya tak ayal mengantarkan Nasib menjadi peternak itik/bebek yang berhasil. Kehidupan keluarganya pun kini jauh lebih baik. ”Alhamdulillah, dari usaha ternak itik, saya bisa membeli rumah, tanah, sepeda motor, dan mobil. Namun yang penting dalam hidup ini, saya bisa bermanfaat untuk orang lain,” katanya.Peternak binaanOmzet hasil ternaknya saat ini berkisar Rp 50 juta-Rp 60 juta per bulan. Omzet sebesar itu belum termasuk hasil ternak dari 32 mitra usaha yang dia modali di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dan di Kepanjen, Malang. Peternakan itik miliknya dengan lima karyawan menyediakan bibit itik/bebek untuk para mitranya.Selain di desa tempat kelahirannya, kata Nasib menjelaskan, dia juga punya usaha ternak binaan di Kepanjen, Malang, yang mulai dikembangkan tahun 2003. ”Sekarang ini ada 15 peternak binaan saya yang saya modali dengan bibit itik untuk dibesarkan,” tutur Nasib seraya menekankan bahwa dia selalu mengedepankan kejujuran dan kepercayaan bagi para mitranya.Soal penetasan telur, Nasib mengaku memiliki 35 oven penetasan yang keseluruhannya mampu menghasilkan lebih kurang 10.000 anak itik. Harga setiap itik (anak bebek) Rp 3.200 untuk pejantan dan Rp 5.000 untuk betina. ”Setiap hari rata-rata 2.500 bibit itik saya kirim ke Samarinda dan Tarakan, Kalimantan Timur. Sebagian lainnya ke Makassar, Malang, dan Tulungagung. Kalau untuk bebek potong, lebih kurang 500 ekor per hari,” katanya.Usaha yang digeluti Nasib tidak hanya pembibitan itik dari proses penetasan oven, tetapi juga bebek potong dan bebek siap telur. ”Khusus untuk telur bebek, setiap hari saya bisa mengirim 9.000 butir untuk konsumsi, pembibitan, dan pabrik mi serta kerupuk,” katanya.Nasib, yang sejak berusia 2 tahun sudah yatim piatu karena orangtuanya (Madilan-Rukemi) meninggal, adalah potret anak keluarga miskin tetapi berhasil menggapai kehidupan layak dari beternak itik/bebek. ”Mbakyu saya, Ngatining, yang membiayai sekolah saya sampai SMP. Karena tidak ada biaya untuk melanjutkan (sekolah), ya saya mau tidak mau harus mencari pekerjaan untuk hidup,” tuturnya.Sebagai peternak itik/bebek, Nasib hanya berharap pemerintah memerhatikan harga pakan ternak yang kini cenderung naik dan mahal. ”Sekarang pakan ternak kosentrat 144 harganya Rp 290.000 per sak, katul Rp 2.500 per kilogram, dan kepala udang Rp 150.000 per blong,” keluhnya.Sebagai peternak itik/bebek yang terbilang sukses, Nasib tetap bersahaja dalam melakoni hidup. Jika ada waktu senggang, dia tak segan dan malu angon bebek ke sungai yang berada di belakang rumahnya. ”Sesekali saya masih angon bebek, dan di sungai ini saya dahulu memulai beternak itik serta memeliharanya sendiri,” katanya sembari menunjuk puluhan bebek yang berlarian.Kerinduan masa lalu saat angon itik dan melakoninya kembali tatkala dirinya sudah menapaki kesuksesan sebagai peternak tidak melarutkan Nasib dalam gemerlap kehidupan. ”Saya orangnya dari dahulu ya seperti ini, masih suka angon bebek,” katanya.Selama 13 tahun menjalankan usaha ternak itik/bebek, Nasib mengaku lancar-lancar saja. Walaupun demikian, kasus flu burung yang mencuat sekitar tahun 2004 berdampak pada penurunan omzet. ”Alhamdulillah, sampai sekarang ini aman-aman saja dan tidak ada ternak saya yang terserang flu burung. Namun, saat marak kasus flu burung, pengiriman itik dan telur bebek ke beberapa daerah, termasuk Bali, sempat tertunda. Hal ini berdampak pada penurunan omzet sampai 50 persen,” tuturnya.Menyoalkan dampak anomali cuaca terhadap pemeliharaan ternak itik/bebek, Nasib mengatakan, hal itu tak banyak berpengaruh. Namun, dia mengakui, produksi telur bebek menurun. ”Cuaca mendung, hujan, dan dingin bisa membuat produksi telur bebek turun sampai 60-70 persen,” katanya.Sebagai orangtua yang hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SMP, dia termotivasi untuk lebih memerhatikan masa depan dan pendidikan anak-anaknya. Dia ingin anak-anaknya menjadi orang yang sukses dengan keilmuannya. ”Saya ingin anak saya sukses dan kuliah peternakan serta mengerti nutrisi. Apakah nanti mau jadi peternak seperti bapaknya, saya tak tahu. Kalaupun memilih jadi peternak, mereka bisa mengamalkan ilmu nutrisi yang diperoleh dari kuliah,” kata Nasib. (Abdul Lathif)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6801889391275099728-4991590983303882552?l=itikpetelur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://itikpetelur.blogspot.com/feeds/4991590983303882552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://itikpetelur.blogspot.com/2012/01/peternak-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6801889391275099728/posts/default/4991590983303882552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6801889391275099728/posts/default/4991590983303882552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://itikpetelur.blogspot.com/2012/01/peternak-sukses.html' title='Peternak Sukses'/><author><name>Jana Khan</name><uri>https://profiles.google.com/101335180187924322187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-SayASqrFyGE/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAC0/LALsNmVCpzg/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6801889391275099728.post-7515051991150240114</id><published>2010-03-19T15:34:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T11:01:57.725+07:00</updated><title type='text'>ITIK PETELUR</title><content type='html'>http://www.itikpetelur.webs.comPENYUSUNANRANSUM UNTUK ITIK PETELURBADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIANINSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIANJAKARTAKATA PENGANTARPuji syukur kita panjatkan kehadiran Allah S.W.T, yang telah memberikan rahmatdan hidayah-Nya sehingga selesainya pembuatan brosur ini.Brosur ini merupakan salah satu informasi hash pengkajian IP2TP Jakarta tentangpemberian pakan efisien untuk pemeliharaan itik petelur secara intensif.Penyediaan pakan merupakan salah sate hal yang sangat penting terutama padapemeliharaan ternak yang dilakukan secara intensif, dimana ternak berada di dalamkandang secara terus menerus dan pakan harus disediakan dalam jumlah yang sesuaidengan kebutuhan ternak. Oleh sebab itu biaya pakan yang dikeluarkan dapat mencapai80% dari seluruh biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan ternak.Salah satu usaha untuk menekan Maya pakan tersebut adalah dengan memakaibahan pakan yang murah harganya, mudah didapat dan tidak bersaing dengan makananmanusia, tanpa mengurangi kualitas atau berpengaruh negatif terhadap ternak.Semoga brosur ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam Penyusunan RansumItik Petelur. dan bermanfaat bagi semua pihak.Jakarta, Nopember 2000Kepala Instalasi,Dr, Ir. Mei Rochjat D., Med.Nip: 080 040 302DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISI .I. PENDAHULUANII. PERSYARATAN1. Air2. Protein Dan Energi3. Vitamin Dan MineralIII. BAHAN PAKAN ALTERNATIF UNTUK TERNAK ITIK1. Dedak Padi2. Singkong3. Bekicot4. Keong Mas5. Cangkang6. lkan RucahIV PEMBERIAN PAKAN1. Macam Bahan yang Digunakan2. Cara Penyusunan Ransum3. Cara Pemberian PakanV. ANALISIS USAHAVI. KESIMPULANDAFTAR BACAANI. PENDAHULUANDi Indonesia, ternak itik merupakan ternak unggas penghasil telur yang cukuppotensial disamping ayam. Kelebihan dari ternak ini adalah lebih tahan penyakitdibandingkan dengan ayam ras sehingga pemeliharaannya mudah dan tidak banyakmengandung resiko.Umumnya, itik masih dipelihara secara tradisional dengan penggembalaan secaraberpindah-pindah dari sawah sate ke sawah yang lain. Dengan semakin sempitnya arealpenggembalaan dan banyaknya kasus kematian ternak akibat keracunan pestisida, makapemeliharaan cara ini makin terancam kelestariannya.Salah satu usaha yang dipandang mampu mengatasi masalah ini adalah denganmengalihkan sistem pemeliharaannya dari sistem tradisional ke sistem intensif dengancara dikandangkan. Itik tidak lagi digembalakan di sawah untuk mencari makan sendiri,tetapi pakan dan minum disediakan dalam kandang (Gambar 1). Air untukberenang-renang tidak disediakan sehingga itik hanya memanfaatkan energinya untukproduksi telur.Keuntungan pemeliharaan itik secara intensif adalah produktivitas telur lebih tinggi,kesehatan dan keselamatan itik lebih terjamin serta biaya pemeliharaan lebih efisien.Produksi telur itik yang dipelihara dengan cara digembalakan rata-rata 124butir/ekor/tahun, sedangkan dengan sistem pemeliharaan intensif telurnya dapat mencapailebih dari 200 butir/ekor/tahun.Dengan kata lain, itik yang dikandangkan mampu menghasilkan telur yang lebihbanyak dengan produksi yang lebih stabil dan lebih baik mutunya daripada yangdigembalakan. Pertimbangan ekonomis lainnya untuk memelihara ink secara intensifadalah dapat menghemat tenaga. Seorang peternak dalam sistem penggembalaan hanyamampu merawat paling banyak 100 ekor itik, sedangkan dengan cara dikandangkanmampu merawat 600-1.000 ekor itik sekaligus, dengan demikian biaya tenaga kerja lebihsedikit dan usaha ini cocok dijadikan usaha keluarga.Semakin meningkatnya pemeliharaan ink secara intensif (dikandangkan), makapengetahuan dan keterampilan tentang penyusunan ransum dan pemberian pakan sangatdiperlukan. Dalam upaya untuk membantu peternak itik dalam penyusunan ransum yangtepat guna, efisien dan hemat telah dilakukan beberapa kegiatan pengkajian di wilayahDKI Jakarta. Hasil yang diperoleh dalam pengkajian tersebut ditampilkan dalam brosur ini.II. PERSYARATAN KECUKUPAN GIZIPenyediaan pakan untuk itik yang dipelihara secara intensif wring menjadi kendaladalam peralihan cara pemeliharaan dari tradisional ke intensif, karma itik yang dipeliharasecara intensif biasanya diberi pakan produksi pabrik atau pakan komersial yangmenghabiskan 60-70% biaya produksi. Hal ini merupakan beban yang cukup berat apabilaitik yang dipelihara hanya berproduksi rata-rata kurang dari 60%. Keadaaan ini memacupeternak untuk menyusun ransum itik sendiri. Penggunaan pakan komersial hanyaterbatas untuk itik periode awal (umur 0-28 hari), hal ini berkaitan dengan alasan yangsifatnya ekonomis, disamping karma bahan baku pakan itik tidak mudah diperoleh.Pada pemeliharaan itik intensif semua kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan ataubertelur harus diberikan oleh peternak sehingga biaya yang dibutuhkan untuk pembelianpakan cukup tinggi. Oleh karma itu pemberian pakan yang murah dan memenuhikebutuhan zat gizi sangat perlu untuk menunjang keberhasilan usaha peternakan itik. Zatgizi yang dibutuhkan oleh itik untuk dapat hidup, bertumbuh dan bertelur adalah: air,protein, sumber energi (lemak dan karbohidrat), vitamin dan mineral. Adapun uraiannyasebagai berikut :1. Air.Air merupakan zat gizi yang penting terutama untuk proses metabolisme(pemecahan atau pembentukan zat gizi dalam tubuh), pengangkutan zat gizi dan zatkhusus didalam darah serta untuk pengeluaran panas tubuh. Penyediaan air secara terusmenerus sangat diperlukan karma ternak itik tidak dapat minum air dalam jumlah banyakpada suatu saat. Kekurangan air akan menyebabkan ternak kerdil bahkan mati. Berbedadengan ayam, selain sebagai zat gizi (diminum), air juga dibutuhkan itik untuk membasahikepalanya. Oleh karma itu ke dalaman air pada tempat minum harus dapat membasahikepala itik.2. Protein dan EnergiProtein adalah zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, menggantikan jaringantubuh yang sudah tua dan untuk pembentukan antibodi yang berguna untuk melawanpenyakit di dalam tubuh.Penentuan kebutuhan protein selalu dihubungkan dengan tingkat energi dalampakan karma protein dapat dijadikan sebagai sumber energi dan dibutuhkan dalampembentukan protein. Untuk itik periode bertelur, pemberian pakan dengan kadar proteintinggi (18%) dapat memproduksi telur lebih balk dibandingkan pakan dengan kadar proteinlebih rendah (16%), sedangkan energi metabolisme untuk itik yang sedang bertelur adalah2.700 Kkal/kg. Pemberian kadar protein yang lebih rendah menyebabkan telur yangdihasilkan lebih kecil, sedangkan bila kadar energi pakan yang lebih rendah akanmenyebabkan penurunan produksi telur, tetapi tidak mempengaruhi berat telur.3. Vitamin dan MineralVitamin adalah zat gizi yang dibutuhkan sebagai pernbantu (katalis) dalam prosespembentukan atau pemecahan zat gizi lain di dalam tubuh, jadi hanya dibutuhkan dalamjumlah sedikit. Mineral dibutuhkan untuk membentuk kerangka (tulang) tubuh, membantupencernaan dan metabolisme dalam sel serta untuk pembentukan kerabang (kulit) telur.Zat kapur atau (Calcium = Ca) dan fosfor (P) adalah zat mineral yang paling banyakdibutuhkan. Kedua zat ini mempunyai hubungan yang saling terkait. Untuk itik yangsedang bertelur dibutuhkan zat kapur dan fosfor yang cukup tinggi dalam pakannyaberkisar 3,0% Ca dan 0,60% P.Penurunan zat kapur hingga 1,25% dalam pakan menyebabkan penurunanproduksi telur dan kerabang telur yang lebih tipis. Kekurangan zat fosfor akan menurunkannafsu makan dan menyebabkan pertumbuhan yang terlambat, serta penurunan produksidan berat telur. Penambahan garam dapur 0,2% hingga 0,5% sudah dapat menunjangpertumbuhan dan produksi telur yang balk. Kebutuhan akan mineral lain (Mg, K, Zn, Fe, I,Mn, Mo, Se, Co, Cl) dan vitamin adalah dalam jumlah yang sangat sedikit.Dalam praktek sehari-hari digunakan campuran mineral dan vitamin (premix) yangtelah banyak diperdagangkan dengan komposisi yang telah disesuaikan, sehingga hanyaperlu diberikan sebanyak 0,25 - 0,5 Kg premix untuk tiap 100 Kg pakan. Secara ringkaskebutuhan zat gizi utama untuk itik yang disarankan disajikan dalam Tabel 1.Tabel 1. Kebutuhan Beberapa Zat Gizi Untuk Itik Petelur.ANAK (0-8)MINGGUDARA (9-20)MINGGUPETELUR(&amp;gt;20)MINGGUEnergi metabolis (KkaI/Kg) 3100 2700 2700Protein kasar (%) 17 - 20 15 - 18 17 - 19Ca (%) 0,6 - 1,0 0,6 - 1,0 2,9 - 3,25P (% 0.6 0,6 0,6III. BAHAN PAKAN ALTERNATIF UNTUKTERNAK ITIKBanyak bahan pakan alternatif (bahan pakan pilihan) yang bisa digunakan, namun dalammencari bahan yang akan dipakai hendaknya berpegang pada kadar protein dan energiyang diperlukan itik.Bahan pakan sumber energi untuk itik antara lain adalah dedak padi, jagung, menu,tepung singkong, polar, nasi keying, roti afkir dan mie afkir, namun dalam pemberiannyasebaiknya tidak dalam bentuk keying, tetapi agak basah atau jika terlalu keras perludirendam sebelum diberikan pada itik. Sebagai contoh perendaman diperlukan jika itikdiberi nasi keying, sehingga nasi tersebut menjadi agak lunak/lembek dan dapat ditelandengan mudah oleh itik.Bahan pakan sumber protein yang sangat disukai oleh itik dalam bentuk segaradalah ikan rucah, cangkang udang dan keong, namun pemberiannya haruslah dalamukuran yang cukup kecil untuk memudahkan itik menelannya. Selain itu berbagai jenisbahan pakan sumber protein yang berbentuk tepung yang dapat diberikan kepada itikantara lain bungkil kelapa, tepung ikan, bekicot dan sebagainya. Kandungan zat gizibeberapa bahanTabel 2. Kandungan Nutrisi Beberapa Bahan Pakan.Jenis BahanEnergi metabolismetabolis(kkaI-Kg)Proteinkasar(%)Fosfortersedia(%)Calsiumtersedia(%)Metionin(%)Lisin(%)Dedak padi 2.400 12,0 1.0 0,20 0,25 0,45Menir 2.660 10,3 0,12 0,09 0,17 0,30Jagung 3.300 8,5 0,30 0,02 0,18 0,20Bungkil kelapa 1.410 18,6 0,60 0,10 0,30 0,55Tepung cangkang udang 2.000 30,0 1.15 7,86 0,57 1,50Udang segar 2.900 54,20 1,40 4,20 0,57 1,50Ikan rucah segar 3.122 64,33 3,37 4,15 1,79 5,07Tepung ikan 2.960 55,11 2,85 5,30 1,79 5,07Tepung bekicot 2.700 44.0 0,43 0,69 0,89 7,72Polar 1.300 15,50 1,17 0,14 0,20 0,30Limbah Roti - 10,50 0,13 0,17 - -Tepung Keong Mas - 46,20 0,35 2,98 0,30 1,37Tepung Singkong 3.200 2,00 0,40 0,33 0,01 0,071. Dedak PadiDedak path (bekatul) merupakan hash dari prows penggilingan path yang digiling,jumlahnya sekitar 10% dari total berat path. Pemanfaatan dedak sebagai bahan pakanternak mempunyai kandungan karbohidrat atau sumber energi yang cukup tinggi.Penggunaan dedak path hingga 75% dalam ransum itik petelur tidak menggangguproduksi telur, asalkan kandungan nutrisi yang lainnya cukup.2. SingkongSingkong merupakan tanaman yang mudah dijumpai dart banyak dihasilkan diIndonesia. Bagian singkong yang dapat digunakan sebagai bahan pakan itik adalah umbigaplek. Tepung singkong/gaplek mempunyai kandungan karbohidat atau sumber energiyang tinggi, hampir menyamai jagung, tetapi miskin akan protein (sekitar 2%). Pada umbisingkong, sebagian besar sianida terdapat pada kulitnya. Pengupasan kulit umbi,perendaman dan pengeringan dapat menurunkan kadar sianida tersebut. Tepungsingkong dapat digunakan dalam pakan ink hingga 30%. Pemberian dalam jumlah yanglebih tinggi akan menyebabkan ternak mencret (diare).3. BekicotBekicot yang umumnya terdapat di pedesaan dapat digunakan sebagai sumberprotein untuk itik. Bekicot segar mengandung protein kasar sekitar 15%, kadar protein inidapat ditingkatkan dengan membuat tepung bekicot (dipisahkan dari kulit, dikeringkan laludigiling).Tepung bekicot yang dibuat dari bekicot mentah mengandung 52% protein, sedangkanyang dibuat dari bekicot rebus mengandung 32,7% protein. Tepung bekicot mentah dapatdicampurkan dalam pakan itik hingga 15%, sedangkan tepung bekicot rebus hingga 20%.4. Keong EmasKeong emas balk digunakan untuk campuran pakan itik karma hewan air inimengandung banyak protein dan kalsium. Pemberian dalam bentuk segar dapatmenyebabkan pengaruh negatif terhadap ternak, yaitu dapat menyebabkan penurunanproduksi ternak karma di dalam lendir keong tersebut terdapat suatu zat anti nutrisi yangdapat menghambat pertumbuhan ternak, oleh sebab itu dianjurkan menggunakan keongEmas yang telah direbus, karma zat anti nutrisi yang ada akan berkurang atau bahkanhilang setelah proses perebusan selama 15-20 menu.5. Cangkang UdangCangkang udang (terdiri dari kepala dan kulit) merupakan limbah yang banyakditemui di daerah pantai terutama di daerah yang mempunyai pabrik kerupuk udang danpenampungan (pengolahan) udang untuk ekspor. Cangkang udang basah mempunyaikadar air 60-65% dan apabila dikeringkan mengandung 50% protein kasar, 11% calciumdan 1,95% fosfor. Pemberian cangkang udang kering hingga 30°,% dapat meningkatkanproduksi telur itik cukup tinggi.6. Ikan RucahIkan rucah yang banyak dihasilkan di berbagai daerah dapat digunakan sebagaisumber protein bagi itik. Pemberian ikan rucah akan Baling melengkapi kebutuhan proteinjika diberikan bersamaan dengan cangkang udang.IV. PEMBERIAN PAKANBerdasarkan hash survei yang dilakukan terhadap peternak itik di Jakarta Timurdiketahui bahwa jumlah pakan yang digunakan oleh peternak terbukti sangat berlebihan,yaitu rata-rata sebanyak 380 gr/ekor/hari, jauh melebihi jumlah yang dianjurkan yaituhanya sebanyak 150 gr/ekor/hari. Kelebihan dalam jumlah pemberian pakan tersebutmengakibatkan terjadinya kelebihan dalam jumlah energi metabolis dan protein kasar.Jumlah energi metabolic dan protein kasar yang diberikan masing-masing 4.800 Kkal/kgdan 40,95%, jauh melebihi kebutuhan itik petelur yang hanya 2.500 Kkal/kg dan 18,28%.Melalui penghematan jumlah pakan yang diberikan akan dapat dilakukan penghematandalam biaya pakan yang dikeluarkan.1. Macam bahan pakan yang digunakanBagi peternak skala kecil dengan jumlah itik puluhan ekor sampai ratusan ekor,dianjurkan untuk mengusahakan pakan alternatif Pakan ini dapat dibuat sendiri denganalternatif bahan paling murah dan mudah didapat di sekitar lokasi usaha.Berbagai bahan pakan yang dapat digunakan antara lain adalah: dedak, menir, cangkangudang, ikan rucah, seng (ZnSo4), kapur dan Top Mix. Untuk dapat digunakan sebagaibahan pakan terlebih dahulu perlu dilakukan analisis terhadap bahan pakan tersebut,apalagi wring dilaporkan bahwa kandungan gizi suatu bahan pakan dapat berubahtergantung kepada asal bahan tersebut, ada atau tidak adanya pemalsuan, lama/barukondisi penyimpanan dan prows produksinya.2. Cara penyusunan RansumSetelah diketahui kebutuhan gizi serta kandungan gizi bahan pakan yang tersedia,selanjutnya dapat disusun pakan yang tepat agar campuran pakan tersebut dapatmemenuhi kebutuhan itik untuk berproduksi dengan baik. Contoh susunan pakan itikpetelur adalah sebagai berikut:1. Dedak = 54,64 %2. Menir = 13,66 %3. Cangkang Udang Segar = 19,58 %4. Ikan Rucah Segar = 9,11 %5. Seng (ZnSo4) = 0.05 %6. Kapur = 2,73 %7. Top Mix = 0,23 %3. Cara Pemberian PakanSemua bahan selain cangkang udang dan ikan rucah segar ditimbang untukkeperluan satu minggu. Kemudian dicampur secara merata lalu dibagi menjadi 7 bagiandan masing-masing bagian dimasukkan kedalam kantong plastik yang berbeda.Masing-masing kantong plastik berisi 10,70 kg campuran perhari untuk 100 ekor. Ikanrucah segar (1,37 kg) dan setengah bagian dari pakan campuran dalam kantong plastik(5,40 kg) diberikan dalam bentuk agak basah pada jam 07.00 (pagi), kemudian cangkangudang segar (2,94 kg) dan setengah bagian dari pakan campuran tadi (5,40 kg) diberikanjam 15.00 (sore hari) dalam bentuk agak basah yaitu dengan jalan menambahkan sedikitair supaya tidak mudah ditiup angin dan memudahkan itik untuk mengkonsumsinya.V. ANALISIS USAHAJika dibandingkan dengan penggunaan pakan tradisional, pakan hasil ramuandapat meningkatkan produksi telur rata-rata sebesar 42,86%, dengan berat telur 68,57gram, dan kekentalan putih telur (Naught-Unit) 82,54. Selain itu pakan tersebut dapatmeningkatkan warm kuning telur sebesar 12,17% yang menimbulkan warm kuning telurcukup baik yaitu warm kuning kemerahan sebagai akibat adanya pigmen astaxanthindidalam cangkang udang.Biaya pakan harian yang diperlukan untuk pemeliharaan 100 ekor itik denganpemberian pakan tersebut adalah sebesar Rp. 11.048,- jauh lebih murah dibandingkanbiaya pakan yang biasa dilakukan petani yaitu Rp. 21.138,-. Sedangkan pendapatanharian yang diperoleh dari hasil penjualan telur itik, jika diumpamakan harga jual telur itikRp. 600/butir adalah sebesar Rp. 25.716,- Dengan demikian pemeliharaan itik denganpemberian pakan tersebut mempunyai nilai ekonomis sebesar 2,33% jauh lebih tinggidibandingkan dengan cara petani (1,08%). Selain itu pendapatan harian yang diperolehdari pemeliharaan 100 ekor itik dengan menggunakan pakan tersebut sebesar Rp. 14.668,sedangkan dengan cara petani hanya sebesar Rp. 1.614,- jadi akan diperoleh tambahanpendapatan kotor sebesar Rp. 13.054/ 100 ekor/hari untuk penggunaan pakan perbaikan.VI. KESIMPULANPenggunaan pakan perbaikan selain terbukti lebih hemat, juga dapat meningkatkanproduksi telur itik sebanyak 4,94 butir/ 100 ekor/hari dan mempunyai nilai efisien ekonomilebih tinggi dari pada pakan tradisional.Tambahan pendapatan kotor yang diperoleh dengan menggunakan pakanperbaikan apabila dibandingkan dengan pakan tradisional adalah sebesar Rp. 13.054/100ekor/hari.DAFTAR BACAANAndayani, D. Muflihani, Y. Y.C.Rahardjo, B.Wibowo dan B.Bakrie, 1999.LaporanAkhirPenelitian AdaptifTeknologi Pakan dari Cangkang Udang Ikan Rucahuntuk Itik Petelur. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta.BPT, 1990 Potensi Pengembangan Ink dengan Pemeliharaan Terkurung . Balai PenelitianTernak Ciawi.Rahardjo, 1985. Nilai Gizi Cangkang Udang dan Pemanfaatannya untuk Ink. ProsidingsSeminar Peternakan dan ForumPeternakan Unggas dan Aneka Ternak. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan,BogorRasyaf, M.1984. Beternak Itik Petelur. Yayasan Kanisius, Yogyakarta.Sandhy, S.W.2000. Beternak Itik Tanpa Air. Penebar Swadaya Jakarta.Sinurat, A. P.2000. Penyusunan Ransum Ayam Buras dan Itik. Balai Penelitian TernakCiawi.Whendrato, I dan Madyana, LM, 1986. Beternak Itik Tegal Secara Populer. Eka Offset,Semarang.Nomor : O1/Bros/IPPTP JKT/2000Oplag : 1000 eksemplarSumber dana : Proyek Pengkajian Teknologi PertanianPartisipatif (PAATP) DKI JakartaProduksi : Instalasi Penelitian dan PengkajianTeknologi Pertanian JakartaTIDAK DIPERDAGANGKAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6801889391275099728-7515051991150240114?l=itikpetelur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://itikpetelur.blogspot.com/2010/03/penyusunan-ransum-untuk-itik-petelur.html#links' title='ITIK PETELUR'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://itikpetelur.blogspot.com/feeds/7515051991150240114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://itikpetelur.blogspot.com/2010/03/itik-petelur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6801889391275099728/posts/default/7515051991150240114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6801889391275099728/posts/default/7515051991150240114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://itikpetelur.blogspot.com/2010/03/itik-petelur.html' title='ITIK PETELUR'/><author><name>Jana Khan</name><uri>https://profiles.google.com/101335180187924322187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-SayASqrFyGE/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAC0/LALsNmVCpzg/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6801889391275099728.post-5101983669236636018</id><published>2010-03-19T15:27:00.001+07:00</published><updated>2010-03-19T15:27:55.522+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PENYUSUNAN&lt;br /&gt;RANSUM UNTUK ITIK PETELUR&lt;br /&gt;BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN&lt;br /&gt;INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6801889391275099728-5101983669236636018?l=itikpetelur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://itikpetelur.blogspot.com/feeds/5101983669236636018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://itikpetelur.blogspot.com/2010/03/penyusunan-ransum-untuk-itik-petelur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6801889391275099728/posts/default/5101983669236636018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6801889391275099728/posts/default/5101983669236636018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://itikpetelur.blogspot.com/2010/03/penyusunan-ransum-untuk-itik-petelur.html' title=''/><author><name>Jana Khan</name><uri>https://profiles.google.com/101335180187924322187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-SayASqrFyGE/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAC0/LALsNmVCpzg/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
